Gambar Dalam Bidang Konstruksi

Gambar Dalam Bidang Konstruksi
dari gambar Pra Desain hingga As Built Drawing



    Oleh Mhd Dalang

 

Dalam bidang konstruksi, gambar dapat dipilah-pilah menjadi paling tidak 5 macam:
1. Gambar Pra Desain.
2. Gambar For Tender.
3. Gambar For Construction.
4. Gambar Kerja (Shop Drawing).
5. Gambar terbangun (As Built Drawing).

Gambar Pra Desain
Gambar pra desain adalah gambar awal, gambar yang menyajikan ide-ide arsitek/ konsultan untuk dikomunikasikan dengan owner. Penyajian biasanya dalam bentuk gambar Denah, Tampak, Potongan (bila perlu), dan gambar-gambar 3 dimensi.
Contoh berikut memperlihatkan ide arsitek/ konsultan untuk membuat bangunan berupa pagar (contoh ini kami buat sesederhana mungkin sekedar ilustrasi). Gambar yang disajikan disini hanya denah dan bentuk 3 dimensi, namun sudah cukup untuk memberikan gambaran kepada owner bentuk dan ukuran pagar yang akan dibangun. 


Denah, hanya menyajikan bentuk dan ukuran pagar. Dimensi ketebalan pagar, material, 
kolom, pondasi, sloof, belum nampak disini.




Gambar 3 dimensi diperlukan untuk memberikan gambaran bentuk kepada owner. Kadang, 
untuk bangunan yang kompleks/ besar/ spesifik, gambar 3 dimensi saja tidak cukup dan
harus disertai maket.

 

Jika pada tahap ini owner setuju dengan gagasan yang diajukan arsitek/ konsultan, maka
gambar bisa ditingkatkan menjadi Gambar For Tender.

Gambar Pra Desain adalah gambar yang menyajikan ide-ide awal dari arsitek berupa Denah,
Tampak, Potongan, dan gambar 3 dimensi untuk dikomunikasikan dan memperoleh persetujuan
owner/ pemberi tugas.

Gambar For Tender
Gambar for tender adalah gambar yang diperlukan untuk melengkapi dokumen tender. 
Gambar ini diperlukan oleh calon kontraktor dan estimator untuk melakukan perhitungan
penawaran atau RAB. Oleh karenanya, pada gambar for tender bagian-bagian konstruksi 
sudah harus terlihat (muncul) seperti pondasi, sloof, pasangan bata, balok praktis, dsb. 
Selain gambar denah dengan notasi dan ukuran yang benar, gambar potongan yang 
memperlihatkan bagian konstruksi mutlak harus digambar.



Dengan munculnya gambar potongan detail seperti ini, estimator atau calon
pemborong akan mudah melakukan perhitungan untuk item pekerjaan yang bakal
dikerjakan seperti galian tanah, pasir pasang, pondasi batu kali, sloof, pas. bata,
dan urugan kembali tanah pondasi serta pembuangan sisa tanah keluar area proyek.

Jika pemenang tender sudah diketahui dan ditetapkan (bisa juga tanpa tender, tapi
dengan pitching atau penunjukan langsung), maka konsultan harus segera 
meningkatkan Gambar For Tender menjadi Gambar For Construction.

Gambar For Tender adalah gambar minimal yang dibutuhkan oleh estimator maupun
calon kontraktor untuk menghitung biaya pelaksanaan/ proyek.

Gambar For Construction
Gambar For Construction adalah gambar resmi untuk dikerjakan. Karena statusnya siap 
dikerjakan, maka gambar ini benar-benar harus detail, antara lain:
1. Gambar denah sudah harus dilengkapi dengan as-as bangunan yang biasanya
disajikan dengan huruf abjad A, B, C, dst untuk sumbu X, dan angka 1, 2, 3, dst untuk 
sumbu Y. Penotasian gambar harus lengkap seperti notasi dinding, kolom, pondasi, dll 
sebab notasi ini akan dibaca sebagai perintah oleh kontraktor.



2. Gambar lain yang menyertai seperti Rencana Pondasi, Rencana Kolom, Rencana sloof 
dan balok harus dibuat tersendiri untuk masing-masing item gambar.
3. Jika ada bentuk khusus misalnya kurva, maka harus dicantumkan R (jari-jari) kurva/
lingkaran. 



Ketiga macam gambar tersebut, Gambar Pra Desain, Gambar For Tender, dan Gambar 
For Construction, adalah menjadi scope dan tanggungjawab arsitek/ konsultan.

Gambar For Construction adalah gambar yang siap (untuk) dikerjakan.


Gambar Kerja (Shop Drawing)
Gambar kerja adalah gambar detail dari bagian-bagian bangunan sebelum dikerjakan. 
Gambar ini perlu dibuat oleh kontraktor untuk mengetahui sejauh mana kontraktor
memahami gambar For construction yang akan diwujudkan menjadi bentuk fisik. Dasar 
pembuatan gambar kerja adalah gambar for construction. 
Selain itu, gambar kerja seringkali berfungsi untuk mengoreksi/ menyesuaikan jika di 
lapangan terjadi penyimpangan atau perubahan. Contoh: dalam gambar denah jelas 
tergambar  ukuran lebar pintu 4 meter. Oleh karena satu sebab, pintu ini harus diubah 
menjadi 5 meter. Perubahan ini didokumentasikan dalam wujud gambar kerja.
Dalam kondisi tertentu seperti proyek bersifat fast track, atau proyek cukup sederhana,
atas kesepakatan/ ijin dari pengawas bisa saja gambar kerja tidak perlu dibuat. 

Shop Drawing adalah gambar detail yang dibuat kontraktor dan (segera) akan dilaksanakan
di lapangan.


Gambar Terbangun (As Built Drawing)
As built drawing adalah gambar yang dibuat sesuai kenyataan di lapangan. Gambar ini
berfungsi sebagai dokumentasi pelaksanaan terutama dari sisi struktur/ konstruksi dan 
mekanikal-elektrikal, sehingga jika suatu saat akan dilakukan renovasi atau perawatan,
konsultan yang bertugas akan mendapatkan data yang akurat.

Gambar As Built Drawing adalah gambar yang dibuat kontraktor berdasarkan kenyataan
pelaksanaan di lapangan.

Kedua macam gambar di atas, Gambar Kerja dan Gambar Terbangun menjadi tanggungjawab
kontraktor.

Contoh Pelaksanaan
Dari deskripsi tentang gambar-gambar dalam bidang konstruksi di atas, berikut contoh 
pelaksanaannya, khususnya untuk dinding berbentuk lingkaran/ kurva:
1. Pelaksana dari kontraktor akan menjelaskan kepada mandor (tukang) tentang gambar 
dinding pagar lengkung. Posisi titik pusat jari-jari lingkaran/ kurva ditentukan dengan membuat
sumbu/ as yang membagi bidang X dan Y dengan sudut sama besar.

R (jari-jari) yang sudah ditentukan oleh konsultan, adalah garis singgung
kurva terhadap sumbu X dan Y.

2. Di sepanjang lengkungan/ kurva perlu dibuat tiang perpil untuk membuat
pola lengkung/ kurva. Tiang perpil dibuat dari kaso, dan pola lengkung dibuat
dari besi beton. Semakin rapat jarak tiang perpil, lengkungan yang 
terbentuk akan semakin mulus.
Agar dapat melengkung dengan baik, bata perlu dipotong menjadi 2 bagian.



3. Dengan metoda kerja yang benar, akan didapatkan hasil akhir yang memuaskan

Dengan memahami seluk beluk gambar di bidang konstruksi, akan sangat membantu
kita untuk menghadapi konsultan/ arsitek, owner, maupun pengawas.

 

 

 


Related RumahKita.CO