Aeon Mall BSD

Shopping Experience, esensi perencanaan Pusat Perbelanjaan

Di permulaan 1990 ketika mengawali perencanaan Plaza Senayan, ada 1 tim yang dikirim berkeliling dunia, mencari model, tipologi, suasana, merhandise-mix hingga lebar gang, tampilan shop-front, skylight dan detil2 yang lazim hingga custom pada sebuah pusat perbelanjaan yang tepat sebagai bench-marking Plaza Senayan.

Kami juga pergi antara lain ke Orange County, di sekitar Costa Mesa di mana ada dua pusat perbelanjaan legendaris: South Coast Plaza dan Fashion Island.
Dua2nya didirikan menjelang 1970 dan terbukti bertahan berkembang hingga sekarang.

South Coast Plaza menawarkan mal tertutup yang mewah dengan dagangan kelas atas yang juga mewah dari merek2 paling baik di dunia. Mainstream. Pusat Belanja. Gengsi. Setelah direnovasi akibat gempa, desainnya semakin baik dan peka jaman.

Fashion Island menawarkan suasana outdoor dengan deretan butik2 desainer muda yang sedang naik daun dijejerkan langsung dengan Belenciaga dan Salvatore Ferragamo. Hipster. Tempat nongkrong (place). Live a life. Sekarang model town-square atau beach-walk ini sangat digemari karena menawarkan selingan kehidupan, hiburan, sesuatu yang berbeda2, pengalaman2 yang tidak urut dan mengejutkan.

Plaza Senayan secara "template arsitektur" lebih mirip South Coast Plaza. Tetapi kami tidak ingin Plaza Senayan menjadi "just another shopping mall". Kalau ingin bertahan 50-100 tahun, sebuah mal harus memiliki jiwa, soul, menawarkan kehidupan, pengalaman belanja yang tidak ada duanya dan berbeda setiap kali. Interpretasi jaman. Karena itu tim lalu membawa pulang banyak photo2 Fashion Island.

Kemudian dengan berani kami meretas mitos "single corridor" yang melegenda itu. Plaza Senayan memiliki 3 mall: Front Mall, Mid Mall dan Main Mall di belakang. Masing2 memiliki ciri desain yang sangat berbeda, pada skala, bentuk ruang, palet warna, bahan finishing, model railing, desain plafon, tata-cahaya dan suasana seumumnya. Ini yang disebut identitas. Masing2 adalah place bukan space. Karena menawarkan pengalaman berbeda maka tidak ada kekhawatiran salah satunya akan sepi, apalagi diikat oleh 2 anchor yang sangat kuat: Metro dan Sogo dan disatukan atrium yang jelas terdesain tidak sekedarnya menampilkan skylight, classical-glass-lift, feature-music-sculpture yang bernyanyi tiap jam, pola lantai a-simetri dan skala ruang yang tepat (sesuai dalil Yoshinobu Ashihara, sekitar 24 meter).

Sekarang kami mencoba menuangkan pengalaman2 di Plaza Senayan, fx, Ekalokasari dan lainnya di beberapa Aeon Mall di sekitar Jakarta.


Temukan Sarwono Hatmoko di Facebook:
https://www.facebook.com/sarwono.hatmoko/media_set?set=a.725915850767868.1073741893.100000483780701&type=1



Related RumahKita.CO